Pengertian Uji Statistik Beserta Contoh Penggunaannya

Pengertian Uji – Pada saat kita akan melakukan sebuah penelitian, seringnya kita dihadapkan dengan pilihan penggunaan metode penelitian apa yang tepat dan sesuai. Metode statistik apa yang cocok digunakan untuk penelitian kita.

Hal yang perlu dilakukan pada saat melakukan penelitian adalah penting bagi kita untuk merencanakan uji statistik apa yang akan digunakan. Kenapa harus direncanakan? Agar analisis data dapat memaksimalkan kualitas dan interpretasi dari temuan.

Nah, berikut ini akan dijelaskan secara ringkas apa itu uji statistik dan jenis-jenis uji statistik. Sehingga kalian bisa sedikit memiliki gambaran, metode apa yang nanti sesuai dengan penelitian kalian.


Memahami Pengertian Uji Statistik


seomartin.com

Pengertian Uji Statistik

Apa itu statistik? Yaitu suatu kegiatan untuk mengumpulkan untuk mengumpulkan dalam meringkas atau menyajikan data, menganalisa data dengan metode tertentu dan menginterpretasi hasil analisa tersebut.

Jadi yang dimaksud uji statistik itu adalah suatu metode yang berguna untuk membantu dalam pengambilan keputusan atas suatu kasus atau masalah tertentu.

Pada beberapa kasus jenis data juga akan mempengaruhi prosedur serta uji analisis data yang akan digunakan. Dalam dunia statistik ada 2 macam data yang digunakan yang pastinya akan menentukan prosedur uji yang digunakan.

Pertama adalah data kuantitatif yang nantinya akan menggunakan prosedur statistik parametrik. Dan yang kedua adalah data kualitatif yang cenderung mengarah pada penggunaan prosedur statistik non-parametrik.

Perbedaan Statistik Parametrik dan Non-parametrik

Statistik Parametrik

Statistik parametrik adalah ilmu statistik yang mempertimbangkan distribusi data, yaitu apakah data tersebar secara normal atau tidak. Dapat disimpulkan bahwa data yang akan dianalisis dengan statistik parametrik harus memenuhi asumsi normalitas.

Pada umumnya jika data tidak normal, dapat digunakan prosedur statistik non-parametrik.

Atau jika memang menginginkan menggunakan prosedur statistik parametrik perlu dilakukan transformasi data terlebih dahulu agar data menjadi sebaran yang normal.

Beberapa kelebihan dan kekurangan dari statistik parametrik adalah:

KELEBIHANKEKURANGAN
– Syarat parameter suatu populasi sebagai sampel biasanya tidak diuji, dianggap memenuhi syarat, pengukuran data dilakukan dengan kuat.
– Observasi bebas satu sama lain dan ditarik dari populasi yang tersebar normal dan homogen.
– Populasi memiliki variasi yang sama.
– Variabel yang akan diteliti harus bias diukur dalam skala interval.
– Dalam analisa varian ditambahkan syarat rata-rata dari populasi harus normal/ memiliki variasi yang sama dan merupakan kombinasi linier dari efek yang ditimbulkan.

Ciri-ciri statistik parametrik adalah sebagai berikut :

  • Data dengan skala interval dan rasio
  • Data menyebar atau terdistribusi secara normal
  • Membahas parameter-parameter populasi seperti rata-rata, proporsi dan lain-lain.

Contoh metode statistik paramterik, yaitu:

  • Uji-z (1 atau 2 sampel)
  • Uji-t (1 atau 2 sampel)
  • Korelasi pearson
  • Perancangan percobaan seperti one atau two way anova

Statistik Non-parametrik

Statistik non-parametrik adalah statistik bebas sebaran yaitu dimana pada statistik ini tidak mensyaratkan bentuk sebaran populasi, baik normal ataupun tidak.

Oleh karena itu observasi-observasi independen dan variabel yang ditelititi pada dasarnya memiliki kontinuitas.

Selain itu statistik non-parametrik biasanya menggunakan skala pengukuran sosial, yaitu nominal dan ordinal yang biasanya tidak terdistribusi atau menyebar normal.

Beberapa kelebihan dan kekurangan statistik non-parametrik adalah:

KELEBIHANKEKURANGAN
– Tidak butuh asumsi normalitas.
– Secara umum lebih mudah dikerjakan karena tidak ada hitungan yang rumit.
– Dapat digantikan dengan data numerik (nominal) dengan ordinal.
– Terkadang tidak dibutuhkan urutan/ jenjang secara formal karena hasil pengamatan disajikan dalam bentuk kualitatif.
– Pengujian hipotesis dilakukan secara langsung pada pengamatan yang nyata.
– Tetap bias digunakan pada populasi dengan persebaran data yang normal.
– Statistik non-parametrik terkadang mengabaikan beberapa informasi tertentu.
– Hasilnya tidak setajam statistik parametrik.
– Hasil statistik tidak dapat diekstrapolasi ke populasi studi karena statistik non-parametrik mendekati eksperimen dengan sampel kecil dan biasanya membandingkan suatu kelompok tertentu.

Ciri-ciri statitik non-parametrik adalah sebagai berikut :

  • Jenis data nominal atau ordinal
  • Distribusi data atau populasi tidak diketahui atau bias disebut tidak normal
  • Umumnya tidak membahas tentang parameter-parameter populasi
  • Umumnya dilakukan pada penelitian sosial

Contoh metode statistik non-parametrik, yaitu:

  • Uji tanda (sign test)
  • Rank sum test (Wilcoxon)
  • Rank correlation test (spearman)
  • Uji Fisher
  • Chi-square test

Jenis-Jenis Uji Statistik

Pengertian Uji
karyatulisku.com

Pada bagian jenis-jenis uji statistik ini akan dijelaskan sedikit pemaparan pada contoh-contoh metode statistik baik dari statistik parametrik ataupun statistik non-parametrik.

Uji – Z

Uji-Z adalah salah satu uji statistika yang pengujian hipotesisnya didekati dengan sebaran normal. Menurut teori, data dengan ukuran sampel yang besar akan tersebar secara normal.

Oleh karena itu, uji ini digunakan untuk data yang besar. Jumlah data atau sampel 30 atau lebih sudah dapat dimasukkan dalam jumlah yang besar. Selain itu uji ini digunakan untuk menganalisa data yang variasi populasinya diketahui.

Kriteria pengunaan uji-z :

  • Data terdistribusi normal
  • Variasi diketahui
  • Ukuran sampel (n) besar ≥ 30
  • Digunakan untuk membandingkan 2 buah observasi

Uji t

Uji t digunakan untuk menguji apakah rata-rata suatu populasi sama dengan suatu harga tertentu. Ataukah rata-rata dua populasi tersebut sama atau beda secara signifikan.

Uji t satu sampel : untuk menguji apakah satu sampel sama atau berbeda dengan rata-rata populasinya.

Uji t dua sampel : untuk menguji apakah rata-rata dua sampel yang berpasangan sama atau berbeda.

Korelasi Person

Korelasi Person, didasarkan oleh penemunya yaitu Karl Pearson. Digunakan untuk mengetahui hubungan dari beberapa variabel.

Kesimpulan dari beberapa asumsi yang digunakan apabila dilakukan analisis korelasi produk momen atau korelasi pearson antara lain yaitu distribusi nilai dari variabel terdistribusi normal atau memang mendekati normal.

Variabel yang akan dicari korelasinya adalah variabel kontinum yang bersifat rasional atau minimal bersifat interval dan hubungan dari dua variabel adalah linier.

ANOVA

One Way ANOVA merupakan lanjutan dari uji-t independen dimana kita memiliki 2 kelompok percobaan ataupun lebih dari dua percobaan. Anova ini biasa digunakan untuk membandingkan mean (rataan) dari dua kelompok sampel independen atau bebas.

Rank Sum Test atau Wilcoxon digunakan untuk menganalisa hasil-hasil pengamatan yang berpasangan dari dua data apakah berbeda atau tidak.

Chi-Square Test atau Tes Independensi disebut juga dengan Kai Kuadrat, digunakan untuk menguji apakah ada hubungan antara baris dengan kolom pada sebuah tabel kontingensi.

Syarat Uji Chi-Square :

  • Tidak ada sell dengan nilai frekuensi kenyataan atau disebut juga actual count Fo sebesar 0 (nol).
  • Apabila bentuk tabel kontingensi 2 x 2 maka tidak boleh ada 1 sell saja yang memiliki frekuensi harapan atau disebut juga expected count (Fh) kurang dari 5 (lima).
  • Apabila bentuk tabel lebih dari 2 x 2 misal 2 x 3 maka jumlah sel dengan frekuensi harapan yang kurang dari 5 (lima) tidak boleh dari 20%.

Uji Fisher merupakan uji yang digunakan untuk melakukan analisis pada dua sampel independen. Dimana jumlah sampelnya relatif kecil atau biasanya kurang dari 20 dengan skala data nominal atau ordinal.

Sekian sedikit penjelasan tentang pengertian uji statistik dan berbagai jenis dan contoh penggunaannya, semoga bermanfaat!

Keyword : Pengertian Uji

Hukum Kirchhoff | Dua Persamaan yang Berkaitan Dengan Arus Listrik

Materi tentang Hukum Kirchhoff biasanya diperoleh di mata pelajaran Fisika saat duduk di bangku kelas XII (tiga SMA). Merupakan teori tentang kelistrikan yang ditemukan oleh Gustav Robert Kirchhoff, seorang ahli Fisika asal Jerman, pada tahun 1845.

Hukum ini berfungsi untuk menganalisa arus dan tegangan dalam rangkaian listrik, lebih tepatnya mengenai arus listrik searah. Dalam bahasa Inggris aturan ini disebut sebagai Kirchhoff’s Current Law (KCL), dan Kirchhoff Voltage Law (KVL).

Sebagian akademisi juga menamakan hukum ini sebagai Aturan Kirchhoff. Karena memang dibuat berdasarkan aturan yang sudah ada sebelumnya. Yakni berdasarkan aturan dari teori hukum kekekalan energi dan hukum kekekalan muatan listrik.


Berkenalan dengan Hukum Kirchhoff


hukum kirchhoff
datasoal.com

Jika didefinisikan secara bahasa hukum Kirchhoff merupakan dua persamaan yang berkaitan dengan arus dan tegangan listrik (beda potensial). Artinya hukum atau aturan ini terbagi menjadi dua, berikut bunyi hukum Kirchhoff I dan II.

Hukum Kirchhoff I

“Kuat arus I yang masuk dalam suatu titik percabangan A sama dengan arus yang keluar dari titik percabangan B.”

Secara umum rumus aturan Kirchhoff I adalah sebagai berikut:

ΣI masuk = ΣI keluar

Artinya jumlah muatan yang masuk di dalam setiap titik akan sama dengan jumlah muatan yang meninggalkan titik tersebut. Dalam ilmu Fisika Hukum Kirchhoff I juga dikenal sebagai hukum percabangan (junction rule), dimana berkaitan dengan kekekalan muatan listrik.

Hukum ini berlaku pada rangkaian listrik yang multisimpal, yaitu rangkaian yang mengandung titik-titik percabangan disaat arus mulai terbagi. Tidak terjadi akumulasi muatan listrik pada setiap titik di dalam rangkaian disaat keadaan konstan (tunak).

Hukum Kirchhoff II

“Jumlah perubahan potensial yang mengelilingi lintasan/ rangkaian tertutup pada suatu rangkaian harus sama dengan nol.”

Secara umum rumus aturan Kirchhoff II adalah sebagai berikut:

Σ VIR + Σє= 0

Hukum kedua ini disebut juga sebagai hukum tegangan atau hukum simpal (loop rule). Dimana beda potensial antara dua titik percabangan di dalam satu rangkaian adalah konstan. Hukum ini merupakan implementasi dari adanya hukum konservasi energi.

Pada dasarnya hukum ini menjelaskan tentang hubungan sederhana antara rangkaian yang terdiri dari lampu, baterai, dan saklar. Lampu akan menyala disaat saklar dalam keadaan disambungkan dengan arus listrik, sehingga arus akan mengalir dari kutub positif ke kutub negatif pada baterai.

Penerapan Hukum Kirchhoff dalam Keseharian

nidokna.com

Untuk lebih memahami tentang aturan Kirchhoff dalam kehidupan sehari-hari, maka kita terlebih dahulu harus paham tentang rangkaian arus listrik. Hukum ini bisa digunakan untuk mengetahui besarnya arus yang mengalir pada rangkaian kombinasi hambatan (resistor) seri dan paralel.

Seperti yang kita ketahui, pemasangan lampu di rumah-rumah dapat dilakukan secara seri maupun paralel. Rangkaian seri adalah rangkaian tak bercabang dimana arus yang mengalir pada tiap hambatan besarnya sama.

Seri berarti sambungan antara ujung komponen satu dengan pangkal komponen lain dipasang secara berurutan. Sedangkan paralel berarti ujung komponen komponen dihubungkan menjadi satu dan pangkal komponen juga menyatu.

Pada umumnya kebanyakan rangkaian listrik di rumah tangga dipasang secara paralel. Aliran muatan pada rangkaian paralel diibaratkan dengan aliran air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. Apabila ada titik percabangan maka aliran air tersebut akan terbagi dengan jumlah energi yang sama.

Pada kenyataannya banyak juga yang menggunakan rangkaian gabungan (seri-paralel). Artinya rangkaian ini menghasilkan banyak hubungan dan banyak percabangan. Sehingga memunculkan banyak titik simpul, yaitu titik pertemuan antara dua cabang atau lebih.

Persoalan dalam masalah rangkaian-rangkaian listrik yang terdapat banyak cabang atau simpul tersebut diselesaikan menggunakan Hukum Kirchhoff I dan II .

Contoh Soal Hukum Kirchhoff

teknikelektronika.com

Perhatikan rangkaian di atas, nilai-nilai Resistor yang terdapat di rangkaian adalah sebagai berikut :

R1 = 10Ω
R2 = 20Ω
R3 = 40Ω
V1 = 10V
V2 = 20V

Berakah arus yang melewati resistor R3 ?

Penyelesaian :

Di dalam rangkaian tersebut, terdapat 3 percabangan, 2 titik, dan 2 loop bebas (independent).

Gunakan Hukum Kirchhoff I (Hukum Arus Kirchhoff) untuk persamaan pada titik A dan titik B

Titik A : I1 + I2 = I3
Titik B : I3 = I1 + I2

Gunakan Hukum Kirchhoff II (Hukum Tegangan Kirchhoff) untuk Loop 1, Loop 2 dan Loop 3.

Loop 1 : 10 = R1 x I1 + R3 x I3 = 10I1 + 40I3
Loop 2 : 20 = R2 x I2 + R3 x I3 = 20I2 + 40I3
Loop 3 : 10 – 20 = 10I1 – 20I2

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa I3 adalah hasil dari penjumlahan I1 dan I2, maka persamaannya dapat kita buat seperti dibawah ini :

Persamaan 1 : 10 = 10I1 + 40(I1 + I2) = 50I1 + 40I2
Persamaan 2 : 20 = 20I2 + 40(I1 + I2) = 40I1 + 60I2

Jadi saat ini kita memiliki 2 persamaan, dari persamaan tersebut kita mendapatkan nilai I1 dan I2 sebagai berikut :

I1 = -0.143 Ampere
I2 = +0.429 Ampere

Seperti yang diketahui bahwa I3 = I1 + I2
Maka arus listrik yang mengalir pada R3 adalah -0.143 + 0.429 = 0.286 Ampere
Sedangkan Tegangan yang melewati R3 adalah 0.286 x 40 = 11.44 Volt

Tanda Negatif (-) pada arus I1 menandakan arah alir arus listrik yang diasumsikan dalam rangkaian diatas adalah salah. Jadi arah alir arus listrik seharusnya menuju ke V1, sehingga V2 (20V) melakukan pengisian arus (charging) terhadap V1.

Keyword : Hukum Kirchhoff

Pengertian Flip Flop, Rangkaian Sekuensial Dari Gerbang Logika

Pengertian Flip Flop – Dalam membahas ruang lingkup gerbang logika, kita mengenal sebuah sirkuit elektronika bernama flip flop. Suatu rangkaian sekuensial sederhana yang terdiri dari beberapa gerbang logika.

Pada umumnya flip flop merupakan rangkaian dasar yang digunakan untuk menyimpan memori pada smartphone atau komputer. Flip flop dapat menyimpan nilai dalam rangkaian yang dapat diakses melalui jalur keluarannya (output).

Selain sebagai rangkaian yang berfungsi untuk menyimpan informasi, flip flop juga dapat digunakan sebagai alat penghitung detak. Atau sebagai alat penyinkronisasian input sinyal waktu variabel untuk beberapa sinyal waktu referensi.


Memahami Pengertian Flip Flop


simastahku.blogspot.com

Pada dasarnya pengertian flip flop adalah rangkaian gerbang logika yang berfungsi menyimpan data digital meskipun keadaan sinyal masukannya tidak aktif. Dalam sebuah komponen elektronika sederhana, biasanya gerbang dasar tidak dapat menyimpan nilai atau informasi.

Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan rangkaian elektronika digunakanlah rangkaian sekuensial bernama flip flop. Rangkaian ini terdiri dari 2 nilai keluaran (output) yang stabil dengan nilai komplementer, dilambangkan dengan Q dan Q’.

Artinya salah satu output dari flip flop ini merupakan komplemen nilai keluaran yang lain. Jika nilai logika keluaran yang satu bernilai tinggi (1), maka keluaran lainnya akan benilai rendah (0).

Namun tingkat tegangan pada kedua keluaran flip flop terbilang stabil selama tidak ada pemicu lain (trigger). Hal ini menandakan flip flop merupakan pengaplikasian gerbang logika yang bersifat Multivibrator Bistabil.

Flip flop menyimpan suatu keadaan logika (baik tinggi ‘1’ atau rendah ‘0’) hanya secara sementara (semi permanen). Ketika sumber daya (arus listrik) diputus maka semua data digital yang tersimpan akan hilang. Flip flop akan terus menyimpan data selama tidak ada instruksi khusus untuk merubah atau menghapusnya.

Secara sederhana pengertian flip flop adalah bagian memori dari dari rangkaian sekuensial. Yaitu rangkaian yang outputnya dipengaruhi oleh kombinasi masukan yang diberikan dan keluaran sebelumnya.

Sehingga membutuhkan flip flop sebagai rangkaian penyimpan (memori) untuk menyimpan dan mengakses keluaran yang telah dihasilkan sebelumnya. Selanjutnya keluaran tersebut digabungkan dengan kombinasi masukan terbaru untuk memperoleh keluaran terbaru pula.

SR Flip Flop

pengertian flip flop
electronics.tutorials.ws

SR atau RS flip flop merupakan rangkaian dasar dari semua jenis flip flop yang ada. S (set) dan R (reset) merupakan dua masukan dengan keluarannya diberi label Q dan Q’ yang memiliki nilai berlawanan (komplementer).

Sistem dikatakan berada dalam kondisi stabil I apabila menghasilkan nilai output Q = 1 dan Q’= 0, sebaliknya stabil II apabila nilai Q = 0 dan Q’ = 1. SR Flip-flop dibangun dari beberapa gerbang logika, contoh gerbang logika yang dapat membangun SR flip flop adalah gerbang NAND dan gerbang NOR.

Gerbang NAND memiliki karakteristik satu sinyal output (keluaran) dapat dihasilkan dari dua atau lebih sinyal input (masukan). Apabila sinyal keluaran yang diharapkan bernilai rendah (0) maka semua sinyal input yang dimasukkan harus dalam keadaan tinggi (1).

Jika kedua atau salah satu input bernilai 0 maka output yang dihasilkan akan bernilai 1, begitu pula sebaliknya.

Karakteristik gerbang NOR adalah hanya mengenali sinyal masukan yang semua nilai logikanya rendah (0). Apabila menginginkan keluaran (output) dengan nilai logika yang tinggi (1), maka semua sinyal masukan (input) harus dalam keadaan nilai rendah (0), berlaku sebaliknya.

Nah, dari penjelasan mengenai pengertian flip flop di atas sudah dapat sedikit pencerahan dong ya. Jika masih bingung maka baca dulu artikel sebelumnya mengenai pengertian gerbang logika. Semoga berfaedah ya.

Keyword : Pengertian Flip Flop

Pengertian IC (Integrated Circuit) | Teknologi yang Mengubah Dunia

Pengertian IC – Integrated Circuit (IC) merupakan sebuah evolusi di bidang teknologi elektronika. Berawal dari keinginan manusia untuk mengubah wajah industri dari tenaga kasar menjadi tenaga mesin. Seiring berkembangnya komponen elektronika, tenaga mesin konvensional pun mulai ditinggalkan.

Salah satu mesin terbaik dan termutakhir dalam bidang elektronika adalah komputer, yang dijuluki sebagai peralatan elektronika “pintar”. Namun sayang karena ukurannya yang sangat besar, berbentuk tabung, dan tidak portable membuat komputer ini lambat laut ditinggalkan.

Kebutuhan manusia akan peralatan yang kompak dan bisa dibawa kemana-mana pun memunculkan ide baru untuk memperkecil ukuran computer. Integrated Circuit (IC) adalah teknologi yang mampu merealisasikan keinginan tersebut.

Lalu apa sebenarnya pengertian IC? Yuk, berkenalan lebih jauh dengan rangkaian komponen elektronika termutakhir ini.


Pengertian IC (Integrated Circuit)


123rf.com

Dalam bahasa Indonesia Integrated Circuit diterjemahkan menjadi “Sirkuit Terpadu”. Pengertian IC adalah rangkaian gabungan yang terdiri dari ratusan, ribuan, bahkan jutaan komponen elektronika berbentuk chip. Rangkaian ini terdiri dari kombinasi komponen seperti resistor, kapasitor, transistor, dan dioda.

Beribu komponen elektronika tersebut berintegrasi menjadi satu, biasanya berwarna hitam dengan banyak pin (kaki). Jika Anda membongkar casing sebuah laptop, maka Anda akan menemukan sebuah benda kecil menyerupai sisir, benda tersebut yang dinamakan sebagai Integrated Circuit (IC).

Sirkuit Terpadu ini merupakan komponen elektronika aktif bahan utamanya mayoritas terbuat dari silicon, sebuah bahan semikonduktor.
Sebelum teknologi Integrated Circuit ini muncul, semua peralatan elektronik dibuat dari satuan komponen yang dihubungkan dengan kawat atau kabel. Sehingga berukuran sangat besar dan tidak praktis dalam penggunaannya.

Agar bisa menciptakan peralatan elektronika yang praktis, portable dengan ukuran mini, maka pada pertengahan abad ke-20 terciptalah IC. Ukurannya sangat kecil mulai dari seukuran tutup pena hingga sebesar ukuran ibu jari.

Penemuan IC ini menjadi titik awal kemajuan muncul berbagai alat elektronik yang memudahkan pekerjaan manusia. Mulai dari telepon, kalkulator, ponsel, radio, komputer, laptop, dan berbagai peralatan elektronik lainnya yang kini semakin canggih dan berukuran kecil.

IC adalah rangkaian mini yang memuat sekumpulan resistor, kapasitor, transistor, dan dioda dalam bentuk struktur silikon jenis n dan p. Kesemua komponen elektronika tersebut disematkan dalam chip silikon dan dihubungkan oleh suatu pelat alumunium yang terdapat di sepanjang permukaan chip.

Bayangkan bagaimana kehebatan benda yang ukurannya tidak lebih dari 25 cm2 ini. Dalam satu komponen kecil ini terdapat jutaan komponen elektronika yang mampu menciptakan teknologi yang lebih mudah dan canggih seperti smartphone.

Sejarah Penemuan IC

Pengertian IC
leskompi.com

Jauh sebelum ditemukan IC, komponen utama peralatan elektronik mayoritas menggunakan tabung vakum sebagai komponen utamanya. Lalu beralih menggunakan transistor untuk menghasilkan perangkat yang lebih kecil.

Namun hal tersebut hanya dapat diterapkan pada benda elektronik sederhana. Untuk merangkai peralatan elektronik yang rumit dan kompleks seperti komputer membutuhkan komponen transistor dalam jumlah yang banyak, sehingga perangkat yang dihasilkan juga berukuran besar.

Teknologi Integrated Circuit (IC) pertama kali muncul pada tahun 1958 dikenalkan kepada dunia oleh Jack Kilby. Menjadi salah satu teknologi yang signifikan merubah dunia abad ke-20 setelah Robert Noyce melakukan fabrikasi IC dengan sistem interkoneksi pada sebuah chip silikon setengah tahun kemudian.

Teknologi Sirkuit Terpadu ini menjadi cikal bakal terciptanya benda-benda elektronik berukuran lebih kecil, ringan, portable, konsumsi daya listrik rendah, dan harga jauh lebih murah. Hingga kini komponen IC terus mengalami perkembangan dan tetap menjadi komponen utama dalam rangkaian elektronika.

Integrated Circuit (IC) adalah tanda kemajuan bidang teknologi sejak pertengahan abad ke-20. Sehingga kini kita bisa menikmati manfaat dari peralatan elektronika portable seperti handphone, kamera digital, laptop, mp3 player, tablet PC, dan benda elektronik lainnya.

Pembuatan IC dilakukan melalui proses yang panjang dan sangat hati-hati, jangan sampai ada debu yang menempel pada rancangan karena dapat menggagalkan produksi. Oleh karena itu pengerjaannya harus dilakukan di dalam ruangan dengan suhu di bawah 18 derajat celcius.
Selain itu pekerjanya juga harus memakai pakaian khusus untuk meminimalisir dan mencegah debu yang menempel.

Awal mula tercipta IC hanya terdiri dari beberapa komponen dalam jumlah yang terbatas. Banyak penelitian yang dilakukan hingga kini telah dikembangkan IC yang mengandung berjuta-juta transistor dan jutaan komponen elektronika lainnya.

Jumlah transistor dalam Sirkuit Terpadu berlipat ganda setiap 18 bulan sejak ditemukannya teknologi Nano. Menggunakan teknologi ini transistor berukuran 0,18 mikron (0,18 x 10-6 m) berhasil diciptakan.

Jenis-Jenis Integrated Circuit

components101.com

Proses pembuatan IC tidak sulit untuk rangkaian-rangkaian peralatan elektronik sederhana dengan jumlah komponen yang minim. Namun untuk peralatan elektronik yang sangat kompleks, dimana membutuhkan jumlah komponen yang sangat banyak, tentu perancangannya lebih rumit.

Secara umum IC terdiri dari dua tipe,yaitu IC Linear dan IC Digital. Berikut penjelasan singkatnya:

IC Linear

Sama halnya seperti multimeter, IC Linear disebut juga sebagai IC Analog. Disebut linear karena rangkaian ini bekerja dengan prinsip proporsional. Artinya besaran output yang dikeluarkan sebanding dengan besaran input yang dimasukkan.

IC linear didesain memiliki fungsi utama sebagai amplifier (penguat tegangan) menggunakan sinyal sinusoida. Beberapa jenis IC yang termasuk ke dalam kategori IC linier di antaranya adalah IC Op-Amp, IC Power Adaptor (regulator), IC Silinder, dan IC Timer 555.

IC Op-Amp merupakan jenis IC linear yang memiliki fungsi sebagai rangkaian penguat operasional (amplifier). Power Adaptor adalah jenis IC yang beroperasi pada catu daya, seperti pada rangkaian regulator, adaptor, ataupun power supply.

Sesuai dengan namanya IC silinder berbentuk silinder yang berfungsi sebagai rangkaian penguat, sehingga memiliki tingkat keawetan lebih lama dari yang lainnya. Sedangkan IC Timer 555 adalah IC linier yang paling populer karena memiliki banyak fungsi, seperti untuk pemancar remote atau pengatur alarm.

IC Digital

Jika IC linear beroperasi menggunakan sinyal sinusoida sebagai penguat tegangan, IC digital beroperasi menggunakan sinyal kotak (square). Sinyal tersebut berfungsi sebagai saklar (switch) yang terdiri dari dua keadaan logika, kondisi yaitu 0 atau 1.

IC digital terdapat bagian titik elektronis, biasanya berupa kabel atau kaki IC, yang berfungsi merubah keadaan logika. Suatu titik elektronis mewakili satu ‘bit’ (binary digit) atau sistem bilangan. Artinya titik ini dapat mewujudkan salah satu dari dua keadaan logika, baik dalam keadaan rendah ‘0’ atau tinggi ‘1’.

Salah satu IC digital yang paling digunakan saat ini adalah IC TTL (Transistor transistor Logic). IC ini paling banyak digunakan untuk rangkaian computer, kalkulator, dan sistem kontrol elektronik. TTL dirangkai menggunakan transistor sebagai komponen elektronika utama.

Satu lagi jenis IC digital adalah IC C-MOS (Coplementary with MOSFET). Ciri utamanya memiliki tegangan input yang fleksibel, mulai dari 3 Volt sampai dengan 15 Volt. Namun kelebihan ini sekaligus menjadi kekurangan karena penggunaan tegangan di atas 12 Volt membutuhkan daya yang tinggi alias boros.

Nah, dari penjelasan di atas mudah-mudahan Anda paham mengenai pengertian IC serta jenis-jenisnya. Dari sini kita harus memberikan penghargaan tertinggi kepada para ilmuwan yang telah mendedikasikan dirinya untuk perkembangan teknologi dan zaman.

Bayangkan jika tidak pernah ditemukannya IC, apa kita masih bisa menikmati canggihnya teknologi dunia modern seperti sekarang ini?

Keyword : Pengertian IC

Perbedaan Cara Menggunakan Multimeter Analog dan Multimeter Digital

Cara Menggunakan Multimeter – Setelah membahas mengenai komponen elektronika seperti resistor, kapasitor, dan transistor maka kita harus mengetahui apa itu multimeter. Sebuah alat yang berfungsi untuk mengukur tegangan (Voltage), arus listrik (Ampere), dan hambatan/ resistansi (Ohm) dalam sebuah peralatan listrik.

Tak hanya itu multimeter juga dapat digunakan untuk mengukur temperatur, induktansi, frekuensi, dan lain sebagainya. Alat ini adalah alat yang wajib dipahami bagi Anda yang ingin memahami betul mengenai bidang elektronika.

Karena saat ada komponen elektronik yang rusak dalam suatu rangkaian listrik, multimeter digunakan sebagai alat pendeteksi untuk mengetahui komponen mana yang tidak berfungsi.

Nama lain dari multimeter adalah multitester atau AVOMeter. Secara bahasa multi berarti “banyak” dan tester berarti “mengukur”. AVO merupakan singkatan dari Amperemeter (kuat arus), Voltmeter (tegangan), dan Ohmeter (hambatan listrik).

Cara Menggunakan Multimeter Berdasarkan Jenisnya

Secara umum multimeter digunakan untuk mendeteksi titik kerusakan suatu komponen elektronik. Di pasaran terdapat dua jenis multimeter yang beredar, yaitu Analog Multimeter (AMM) dan Digital Multimeter (DMM).

1. Multimeter Analog

bimaacc.com

Layaknya jam tangan, yang membedakan kedua jenis multimeter ini adalah tampilan layarnya. Pada multimeter analog hasil pengukuran ditampilkan oleh jarum penunjuk yang bergerak dari arah kiri ke kanan. Dilengkapi pula oleh range skala pengukuran dan opsi posisi selektor pengukuran.

Hasil pengukuran multimeter analog tidak lebih akurat dibandingkan dengan hasil pengukuran menggunakan multimeter digital. Hal ini karena hasil perhitungan pada multimeter analog masih manual sehingga dibutuhkan ketelitian yang sangat tinggi dalam melihat angka-angka.

Untuk memperoleh angka yang akurat mikrometer harus dibaca atau dilihat tepat lurus di depan mata agar tidak terjadi salah pembacaan. Secara umum tahapan dalam menggunakan multimeter analog yaitu menentukan skala utama, menentukan skala nonius, dan perhitungan hasil.

Skala utama adalah skala yang tepat berhimpit dengan skala putar. Skala nonius disebut juga sebagai skala putar, cara menentukannya yaitu dengan melihat skala nonius yang sejajar dengan garis mendatar yang berada pada skala utama.

Perhitungan awal yang dilakukan adalah perkalian skala nonius dengan skala terkecil yang ada di mikrometer. Kemudian hasil perkalian tersebut dijumlahkan dengan skala nonius.

Misal angka yang terbaca pada skala utama adalah 7 mm dan pada skala nonius 30 mm. Skala terkecil pada multimeter misal 0,01 mm, maka 30 x 0,01 mm = 0,30 mm. Adapun rumus perhitungannya adalah sebagai berikut:

Hasil pembacaan akhir = SU + (SN x 0,01 mm)
= 7,00 + 0,30
= 7,30 mm

Contoh Perhitungan Tegangan Listrik

Cara Menggunakan Multimeter
bacabrosur.blogspot.com

Lebih spesifiknya berbeda nilai yang diukur beda cara perhitungannya. Berikut contoh menggunakan multimeter analog dan contoh mengukur tegangan listrik AC. Hal penting yang mesti diingat adalah sebelum mengukur tegangan listrik AC, posisi selektor pada multimeter harus berada pada ACV~.

Berikutnya baru tentukan skala pengukuran besaran tegangan sesuai dengan besar tegangan listrik yang akan Anda ukur. Namun jika belum mengetahui berapa tegangan listrik yang akan diukur, maka posisikan selektor pada skala pengukuran maksimal atau tegangan terbesar (ACV~).

Misal pada multimeter terdapat skala pengukuran tegangan tertinggi 750, posisikan selektor pada angka tersebut, jadi ACV~ 750. Artinya tegangan maksimal yang dapat diukur oleh multitester analog tersebut yaitu sebesar 750 Volt AC pada kondisi skala penunjuk di layar 0-250 (VAC).

Langkah berikutnya adalah mengarahkan kedua jarum test probe pada sumber tegangan. Lihat pergerakan jarum penunjuk, misal jarum berada pada posisi angka 60. Maka perhitungan tegangan listrik yang akan diukur mengikuti rumus berikut:

Angka yang ditunjukkan jarum x (Skala pengukuran : skala penunjukan pada layar)

Jika pada contoh kasus di atas, maka diketahui angka yang ditunjukkan oleh jarum yaitu 60. Skala pengukuran adalah 750 VAC dan skala penunjuk maksimal pada layar yaitu 250. Maka = 750 : 250 = 3.

Jadi jika dimasukkan ke dalam rumus berarti tegangan listrik yang akan Anda ukur adalah:

80 x (750 : 250) = 80 x 3 = 240 Volt

Dalam menggunakan multitester analog disarankan untuk memilih selektor pengukuran pada skala pengukuran terbesar saat mengukur tegangan listrik.

2. Multimeter Digital

jd.id

Multimeter ini dilengkapi layar LCD yang menampilkan angka hasil pengukuran komponen elektronika secara langsung. Pada prinsipnya terdapat rangkaian sircuit yang rumit dalam multimeter ini untuk menafsirkan hasil pengukuran dan mengkonversikannya dalam bentuk angka pada layar.

Dalam perkembangannya multimeter digital terbilang lebih mutakhir dibandingkan multimeter analog. Pengoperasiannya pun tidak sesulit saat menggunakan multimeter analog. Secara umum cukup dengan memposisikan selektor pada jenis pengukuran yang diinginkan, lalu hasilnya akan terbaca pada layar LCD.

Hasil akhir pengukuran tersebut ditampilkan dalam bentuk angka yang sudah akurat dan tak perlu melakukan perhitungan seperti pada multimeter analog. Prinsip kerja multimeter digital yaitu menggunakan gerakan dasar kumparan magnet permanen atau dikenal dengan istilah gerak d’arsonval.

Multimeter digital terdiri dari bagian display digital, saklar pemilih, lubang kutub, saklar pemilih polaritas, kotak meter, dan skala. Berikut beberapa langkah cara menggunakan multimeter digital untuk mengukur komponen-komponen listrik dalam suatu rangkaian:

Cara Mengukur Hambatan Menggunakan Multimeter Digital

Perlu diketahui sebelumnya multimeter digital memiliki dua jenis test probe, yaitu berwarna merah dan berwarna hitam. Untuk mengukur hambatan (resistansi) langkah pertama yang dilakukan adalah menyambungkan multimeter dengan rangkaian listrik.

Test probe hitam disambungkan ke dalam terminal umum sedangkan test probe hitam disambungkan ke dalam terminal pengukur hambatan. Selanjutnya putar tombol dial (penyetel) kenop untuk mengatur hambatan. Dimana hambatan ditandai dengan satuan Ohm, lalu matikan arus pada rangkaian.

Resistor (hambatan) yang akan diukur harus dilepaskan dari rangkaian, dan pembacaan hasil dilakukan terpisah. Karena jika resistor dibiarkan masih berada dalam rangkaian dikhawatirkan hasil pengukuran tidak akurat.

Langkah terakhir adalah ujung penyidik disentuhkan pada masing-masing resistor. Maka hasil pengukuran akan ditampilkan pada layar LCD dalam bentuk angka digital. Misal angka yang terbaca adalah 20, bisa berarti 20 Ohm, 20kilo-ohm, atau 20 mega ohm tergantung settingan pada alat ukur.

Cara Mengukur Tegangan Menggunakan Multimeter Digital

Langkah awal untuk mengkur tegangan listrik menggunakan multimeter digital adalah menyambungkan alat ukur ini pada rangkaian. Kemudian putar kenop selektor pada posisi pengukuran tegangan AC (ACV~).

Sama dengan mengukur hambatan, posisikan kedua test probe pada masing-masing terminal. Test probe hitam ke dalam terminal umum dan test probe merah ke dalam terminal tegangan.

Kemudian atur multimeter pada jenis tegangan yang ingin diukur, apakah arus searah (DC) atau arus bolak-balik(AC). Pada multimeter digital yang memiliki fungsi rentang tegangan otomatis, maka langkah pengaturan ini dapat Anda lewatkan.

Tidak perlu melakukan penyesuaian polaritas untuk pengukuran tegangan listrik AC, kecuali jika Anda ingin mengukur tegangan DC atau milivolt. Khusus untuk tegangan ini polaritas harus diatur dengan menempatkan test probe hitam di kutub negatif dan test probe merah di kutub positif.

Untuk mengukur tegangan listrik AC langsung saja tempatkan posisi test probe pada komponen sumber listrik. Selanjutnya nilai tegangan akan terbaca pada layar digital dalam bentuk angka. Keunggulan multimeter digital ini dilengkapi fitur sentuh-tahan untuk mendeteksi adanya tegangan baru.

Sekian uraian singkat mengenai cara menggunakan multimeter berdasarkan jenisnya. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua. Jika ada yang ingin ditambahkan jangan lupa meramaikan kolom komentar ya.