Memahami Pengertian Singkat Analisis Regresi Linear Sederhana

Analisis Linear Regresi Sederhana – Statistika adalah cabang ilmu yang berkaitan dengan pengolahan data, mulai dari perencanaan, pengumpulan, interprestasi, hingga penjelasan mengenai sebuah data.

Data hasil penelitian dikatakan valid apabila sudah dianalisa menurut aturan dan prinsip ilmu statistika.

Berbagai macam jenis penelitian baik di bidang sosial maupun eksak dan agro menggunakan statistika untuk merancang metodologi penelitian. Perhitungan-perhitungan statistika akan menghasilkan data yang diyakini tingkat kebenaran menggunakan metode analisis tertentu.

Dalam sebuah proposal penelitian statistika bermanfaat untuk merancang jalannya sebuah penelitian. Mulai dari preparasi, cara mengambil dan mengumpulkan data, hingga bagaimana menemukan kesimpulan dari hasil yang diperoleh.


Mengenal Analisis Regresi Linear Sederhana


analisis regresi linear sederhana
danialmahkya.com

Dalam sebuah penelitian dikenal adanya variabel bebas (independen/ predictor) dan variabel tak bebas (dependen/ response). Uji regresi dapat digunakan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh variabel bebas terhadap variabel tidak bebas.

Analisis regresi adalah analisis statistik yang mempelajari hubungan antara variabel yang diterangkan dengan variabel yang menerangkan.

Dalam model regresi variabel independen (bebas) menerangkan variabel dependennya. Dalam hal ini diasumsikan berlakunya hubungan linear dalam setiap parameter.

Disebut sebagai analisis regresi linear sederhana karena hanya terdiri dari satu variabel bebas (independent variable). Artinya variabel tidak bebas (dependent variable) hanya dipengaruhi oleh oleh satu variabel saja.

Apabila variabel bebasnya lebih dari satu maka analisa regresinya disebut sebagai regresi linear berganda. Artinya terdapat banyak variabel bebas yang mempengaruhi variabel tidak bebas .

Analisis regresi ini merupakan uji yang paling banyak digunakan dalam perhitungan hasil penelitian. Biasanya digunakan sebagai penentu akhir untuk menulis sebuah kesimpulan, apakah penelitian tersebut dikatakan berhasil atau tidak.

Analisis regresi mencakup beberapa metode perhitungan statistika seperti uji signifikansi (beda nyata) menggunakan uji-t atau uji-F, ANOVA, dan penentuan hipotesis.

Dari hasil analisis ini akan diperoleh persamaan regresi yang berfungsi sebagai prediksi pengaruh variabel terhadap variabel lainnya.

Secara matematik persamaan regresi linear sederhana digambarkan dengan garis lurus (linear). Merupakan model persamaan yang menggambarkan hubungan antara variabel bebas (X) dalam mempengaruhi variabel tidak bebas (Y), dirumuskan sebagai Y = a + bX.

Y = garis regresi yang dikenal dengan istilah variable response
a
= perpotongan sumbu vertikal (intersep), konstanta
b = konstanta regresi (slope) atau koefisien arah/ koefisien beta
X = variabel bebas (predictor)

Rumus tersebut menggambarkan hubungan linear yang artinya perubahan pada variabel X akan diikuti oleh perubahan variable Y secara tetap.

Apabila yang terjadi justru sebaliknya, dimana perubahan variabel X tidak diikuti oleh variabel Y maka hubungan tersebut tidak bersifat linear.

Asumsi-Asumsi Dalam Regresi Linear Sederhana

Baca Juga : Pengertian Resistor

Secara sederhana berikut beberapa syarat yang harus dipenuhi apabila ingin menggunakan analisis regresi linear sederhana dalam uji statistika:

  • Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian harus sama
  • Hanya bisa menganalisa uji dengan satu variabel bebas (X)
  • Data harus dalam bentul normal, artinya nilai residual harus berdistribusi normal
  • Hubungan antara variabel bebas (X) dan variabel tidak bebas (Y) haruslah linear
  • Tidak terjadi gejala heteroskedastistas dan autokorelasi (untuk tipe data time series)

Data time series adalah data yang disusun berdasarkan urutan waktu yang bisa memunculkan asumsi autokorelasi. Sebuah asumsi melihat pengaruh variabel lag waktu terhadap variabel Y. Artinya terdapat pengaruh variable lag waktu sebelumnya terhadap variabel tidak bebas (Y).

Dalam memperoleh hasil analisis regresi linear sederhana asumsi eksogenitas. Yaitu nilai error atau kesalahan pada variabel tidak tetap (Y). dimana disyaratkan variabel Y bersifat random, sehingga eksogenitasnya harus lemah.

Varians error (homoskedastistas) harus konstan, artinya nilai residual tidak berubah-ubah meskipun pada respon yang berbeda. Sehingga gejala heteroskedastistas harus dihindari agar tidak mengganggu model persamaan linear yang terbentuk.

Keyword: Analisis Regresi Linear Sederhana

Pengertian Resistor | Komponen Penyusun Rangkaian Listrik

Pengertian Resistor – Berbicara tentang komponen elektronika tidak lepas dari tiga komponen pasif berupa kapasitor, induktor, dan resistor. Materi tentang konduktor telah dibahas pada artikel sebelumnya, untuk bahasan kali ini kita akan fokus pada lingkup pengertian, jenis, dan fungsi resistor.

Sebagai bagian dari komponen elektronika resistor paling banyak digunakan. Hampir semua peralatan elektronik menggunakan resistor. Mulai dari resistor berukuran sangat kecil hingga resistor dengan daya dan ukuran yang besar.

Resistor dilambangkan dengan huruf R dan satuannya disebut Ohm (Ω). R artinya tahanan listrik yang ada pada sebuah penghantar. Tahanan adalah komponen yang didesain untuk memiliki besar tahanan dalam nilai tertentu (Ω).

Untuk lebih jelasnya mati kita simak uraian di bawah ini mengenai pengertian resistor dan cara kerjanya.


Memahami Pengertian Resistor


heros-electronics.com

Dalam bidang elektronika resistor adalah komponen penting penyusun rangkaian listrik. Bisa dibayangkan rangkaian listrik tanpa resistor, apakah berarti tidak ada hambatan listrik di dalamnya?

Dari pernyataan di atas dapat kita pahami pengertian resistor adalah komponen dasar elektronika pasif yang memiliki nilai hambatan tertentu yang akan menghambat aliran arus listrik yang melaluinya. Artinya resistor akan membatasi jumlah arus listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian.

Pengertian resistor lainnya dinyatakan sebagai komponen elektronika yang tidak memiliki sumber daya listrik sendiri atau amplification (fungsi penguatan), dan pengolahan sinyal.

Resistor hanya mampu mengurangi arus maupun tegangan suatu sinyal yang melewati suatu rangkaian listrik. Saat resistor dilalui arus listrik dalam jumlah tertentu terdapat sejumlah energi yang hilang dalam bentuk panas.

Resistor dapat dirangkai baik secara seri, paralel, maupun gabungan keduanya. Rangkaian gabungan ini dapat digunakan untuk membagi arus listrik, tegangan listrik, penurunan tegangan, filter, dan lain sebagainya.

Secara prinsip resistor bekerja dengan cara mengatur elektron (arus listrik) yang melewatinya menggunakan material konduktif tertentu yang dicampur dengan material lain sehingga mampu menimbulkan suatu hambatan pada aliran arus listrik (elektron).

Karakteristik utama dari resistor adalah nilai resistansi dan daya listrik yang dapat dihantarkannya.

Resistansi didefinisikan sebagai nilai hambatan yang dihasilkan resistor. Sesuai hukum Ohm nilai resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang melewatinya.

Nilai Kapasitas Daya dan Toleransi Resistor

pengertian resistor
eleccircuit.com

Selain nilai resistansi (Ohm) resistor juga memiliki nilai toleransi dan nilai kapasitas daya. Beda ukuran fisik (nilai kapasitas daya) sebuah resistor maka berbeda pula nilai hambatannya. Nilai kapasitas daya (Watt) berbanding lurus dengan ukuran fisik sebuah resistor.

Sedangkan nilai toleransi didefinisikan sebagai perubahan nilai resistansi dari nilai resistansi yang tercantum pada badan resistor. Toleransi resistor (%) adalah perubahan karakteritsik resistor (resistansi) yang terjadi akibat dari pengoperasian resistor itu sendiri.

Setiap nilai yang berkaitan dengan resistor ini penting untuk dipahami jika ingin merancang suatu rangkaian elektronika. Biasanya produsen mencantumkan besaran nilai-nilai tersebut pada kemasan sebuah resistor.

Adapun rumus Resistor adalah sebagai berikut :

R = V/I

dimana :
R = Tahanan dengan satuan Ohm
V = Tegangan dengan satuan Volt
I = Arus dengan satuan Ampere

Nilai kapasitas daya resistor penting untuk diketahui untuk menghindari terjadinya kerusakan pada resistor. Apabila terjadi kelebihan daya (Watt) yang dialirkan, kemungkinan terburuk resistor dapat terbakar karena menampung arus listrik melebihi daya maksimalnya.

Penentuan nilai kapasitas daya ini bermanfaat sebagai bentuk efisiensi tempat dan biaya dalam pembuatan rangkaian elektronika. Sedangkan nilai toleransi resistor dinyatakan dalam bentuk persentase dengan kisaran nilai kerusakan 1%-10%.

Secara umum resistor berbentuk tabung dengan dua kaki tembaga di kedua kakinya. Agar dapat dilalui arus listrik (elektron) harus ada beda potensial listrik pada kedua kaki resistor. Semakin besar beda potensial listrik maka semakin besar rugi-rugi panas yang timbul pada resistor.

Sebagai komponen elektronika linier resistor mampu menghasilkan voltage drop antara kedua kaki saat aliran elektron melewatinya. Voltage drop dikenal juga sebagai beda potensial listrik itu sendiri. Besar arus listrik dan voltage drop yang dihasilkan mengikuti besar hambatan resistor (hukum Ohm).

Jenis-Jenis Resistor

laelitm.com

Berdasarkan jenis dan bahan pembuatannya, resistor terbagi menjadi resistor kawat, resistor arang, dan resistor oksida logam atau resistor metal film. Namun dalam dunia perdagangannya macam-macam resistor dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Fixed Resistor

Fixed resistor sering digunakan sebagai penghambat arus dengan daya rendah dalam sebuah rangkaian listrik. Merupakan jenis resistor yang memiliki nilai resistansi (hambatan) yang tetap dan tidak dapat diubah.

Biasanya ditandai dengan kode warna atau kode angka. Berdasarkan bahan pembuatnya berikut beberapa jenis resistor yang tergolong ke dalam resistor tetap:

Carbon Composition Resistor

Resistor komposisi karbon paling banyak dibuat dan digunakan karena harganya yang sangat murah. Terbuat dari campuran karbon dan keramik dengan perbandingan komposisi tertentu. Jumlah rasio antara karbon dan keramik ini menjadi penentu nilai hambatan total sebuah resistor.

Karbon berperan sebagai konduktor, semakin banyak campuran karbon dalam komposisi maka nilai hambatan (resistensi) yang dihasilkan juga semakin rendah. Pada proses pembuatannya bubuk karbon halus dicampur dengan bahan pengikat (binder) agar bisa melekat dengan keramik.

Di pasaran resistor karbon juga sering disebut sebagai resister arang. Sering kita jumpai dalam berbagai bentuk kapasitas daya mulai dari 1/16 watt, 1/8 watt, 1/4/ watt, ½ watt, 1 watt, 2 watt hingga 3 watt. Sedangkan nilai resistansinya yang sering ditemukan di pasaran berkisar pada 1Ω – 200MΩ.

Carbon Film Resistor

Pada umumnya resistor karbon film ini berbentuk spiral dengan ciri khas memiliki 5 buah gelang sebagai penanda besarnya hambatan yang dimiliki. Di pasaran sering dijumpai dengan daya 1/6 Watt hingga 5 Watt, dan nilai hambatannya pada kisaran 1Ω – 10MΩ.

Susunan resistor karbon film terdiri dari film tipis karbon yang diendapkan substrat isolator dan dipotong dalam bentuk spiral. Proporsi perbandingan rasio karbon dan isolator menentukan besarnya nilai hambatan (resistensi).

Keunggulan resistor ini yaitu memiliki nilai toleransi yang rendah di bawah 1%. Serta memiliki kepekaan yang rendah terhadap suhu, yaitu pada kisaran -55°C hingga 155°C, jika dibandingkan dengan resistor komposisi karbon.

Metal Film Resistor

Sama-sama berbentuk spiral, namun resistor metal film dilapisi dengan film logam yang tipis ke substrat keramik. Bahan utamanya berupa oksida logam yang memiliki karakteristik yang lebih baik dibandingkan resistor yang lain. Nilai hambatannya dipengaruhi oleh panjang, lebar, dan ketebalan pada spiral logam.

Di pasaran sering dijumpai resistor metal film dengan nilai toleransi 1% dan 2%, dan nilai kapasitas daya 1/8 watt, ¼ Watt, dan ½ Watt. Secara fisik bentuk resistor ini mirip dengan resistor karbon hanya berbeda dalam warna dan jumlah cincin warna.

2. Variable Resistor

Resistor variabel merupakan kebalikan dari resistor tetap, dimana nilai hambatan (resistensi) nya dapat diubah-ubah sesuai dengan keinginan.

Resistor ini biasa memiliki terminal tahanan yang dapat diubah nilainya dengan memutar dial, knob, ulir, atau istilah lainnya untuk suatu aplikasi. Secara umum resistor variabel terbagi menjadi tiga jenis:

Potensiometer

Potensiometer merupakan jenis resistor yang memiliki dua-tiga terminal untuk mengendalikan besarnya tegangan.

Cara mengubah nilai resistansinya yaitu dengan memutar porosnya yang melalui sebuah tuas yang terdapat pada bagian tengah potensiometer, nilai hambatan biasanya dinyatakan dalam kode angka.

Rheostat

Pada resistor rheostat pengaturan atau pengubahan nilai resistensi dilakukan menggunakan penyapu yang bergerak pada bagian atas toroid. Rheostat merupakan resistor variabel yang mampu beroperasi pada arus dan tegangan yang tinggi sekalipun.

Preset Resistor (Trimpot)

Hampir sama fungsinya dengan potensiometer namun trimpot memiliki ukuran yang lebih kecil dan tidak bertuas. Nilai hambatannya dapat diubah dengan cara memutar porosnya menggunakan obeng, nilai resistensi biasanya tertera pada bagian badan trimpot.

Keyword: Pengertian Resistor

Pengertian Gerbang Logika, Elemen Penting Dalam Rangkaian Elektronika

Pengertian Gerbang Logika – Dalam lingkup ilmu komputer terdapat istilah gerbang logika, biasanya materi ini ada pada mata kuliah sistem digital. Dimana ala-alat elektronik dalam sistem digital tersusun dari rangkaian digital, rangkaian inilah yang dikenal dengan istilah “gerbang logika” (logic gate).

Sebuah rangkaian yang masukan dan keluarannya memenuhi sistem biner. Artinya gerbang logika berdasarkan sistem bilangan biner, bentuk bilangan yang terdiri dari dua kode angka,yaitu 0 dan 1.

Artinya gerbang logika berfungsi sebagai sistem pemrosesan dasar dalam mengolah input-input berupa bilangan biner. Secara sederhana gerbang logika dapat didefinisikan sebagai blok dasar sebagai pembentuk rangkaian elektronika digital.


Mempelajari Pengertian Gerbang Logika


anotherorion.com

Secara umum pengertian gerbang logika adalah rangkaian dasar pembentukan dalam suatu Sistem Elektronika Digital. Atau dengan kata lain pengertian gerbang logika adalah rangkaian dasar yang membentuk komputer.

Gerbang logika sederhana setidaknya memiliki satu terminal output (keluaran) dan satu atau lebih terminal input (keluaran). Fungsinya untuk mengubah masukan (input) menjadi ouput (keluaran) dalam bentuk sebuah sinyal.

Gerbang logika dioperasikan menggunakan teori Aljabar Boolean (Boolean Algebra) dikenal juga sebagai hukum aljabar. Dengan menggunakan hukum ini, Ekspresi Boolean yang kompleks dapat disederhanakan sehingga jumlah gerbang logika dalam sebuah rangkaian digital juga dapat dikurangi.

Artinya Boolean Algebra merupakan perhitungan matematika yang berguna untuk menyederhanakan gerbang logika sebagai blok dasar penyusun sebuah rangkaian digital. Pada dasarnya aljabar Boolean adalah tipe data yang terdiri dari dua nilai, “true” dan “false” atau “tinggi” dan “rendah”.

Dalam bahasa pemrograman penerapannya pada gelombang logika dilambangkan dengan angka 1 (tinggi) dan 0 (rendah). Teori ini pertama kali dikenalkan oleh George Boole pada tahun 1854, seorang ahli matematika berkebangsaan Inggris.

Berapapun jumlah masukan (input) dalam gerbang logika keluaran (output) nya hanya berjumlah satu. Hubungan antara kombinasi-kombinasi variabel masukan (input) yang menghasilkan keluaran (output) logis disajikan dalam “tabel kebenaran” (truth table).

Bahasa lain dari pengertian gerbang logika adalah sebagai rangkaian dengan satu atau lebih dari satu sinyal masukan (input) tetapi hanya menghasilkan satu sinyal (output) berupa tegangan tinggi atau tegangan rendah.

Karena dianalisis menggunakan teori Aljabar Boolean, gerbang logika juga sering disebut sebagai rangkaian logika. Sebagai contoh sirkuit digital yang diimplementasikan secara elektronik menggunakan dioda atau transistor.

Jenis Gerbang Logika

pengertian gerbang logika
lancangkuning.com

Gerbang logika adalah elemen yang sangat penting dipakai dalam berbagai rangkaian elektronika. Untuk memahami bagaimana cara kerja gerbang logika maka kita harus paham dahulu tentang berbagai jenis tipe gerbang logika:

Gerbang Logika Inverter (NOT)

Gerbang logika tipe pertama ini hanya memiliki satu saluran masukan (input) dan satu saluran keluaran (output). Disebut inverter karena gerbang NOT berfungsi sebagai pembalik, dimana outputnya berlawanan atau bernilai terbalik dengan inputnya.

Nama lain dari gerbang logika inverter adalah gerbang komplemen (gerbang lawan). Keadaan keluaran selalu berlawanan (komplemen) dari keadaan masukannya.

Contoh jika P menyatakan sinyal masukan dan Q merupakan sinyal keluaran pada gerbang NOT, maka hubungan P dan Q adalah P = NOT Q atau P = Q (-) simbol minus di atas sinyal variabel. Artinya apabila ingin mendapatkan output dengan nilai logika 0, maka input harus bernilai logika 1.

Gerbang Logika Non-Inverter

Berbanding terbalik dengan gerbang logika inverter, gerbang logika non-inverter memiliki dua atau lebih saluran masukkan (input) dan saluran keluaran (output) sangat tergantung pada sinyal masukan dan gerbang logika yang dilaluinya. Beberapa jenis gerbang logika non-inverter adalah:

1. Gerbang AND (AND Gate)

Gerbang AND (AND Gate) merupakan jenis gerbang logika yang memiliki dua tau lebih saluran masukan (input) dan hanya menghasilkan satu saluran keluaran (output). Artinya nilai logika saluran keluaran gerbang AND akan 1 (tinggi) apabila nilai logika masukannya semua dalam keadaan 1 (tinggi) juga.

Pada pengoperasian gerbang logika AND simbol yang digunakan adalah tanda titik (.), atau ada pula yang tidak memakai tanda sama sekali. Hubungan antara input dan output pada gerbang AND didefinisikan sebagai Y = Q.R atau Y = QR atau Y =Q AND R.

Untuk mempermudah mengetahui jumlah kombinasi sinyal yang harus dihitung pada keluaran (output), maka dapat dihitung berdasarkan inputnya dengan rumus = 2n (n adalah jumlah input). Misal n diketehui 2, maka 2n = 4. Jadi jumlah kombinasi sinyal harus dihitung sebanyak 4 kali.

Dari pola hubungan di atas dapat diketahui bahwa karakteristik logika gerbang AND ialah jika input yang dimasukkan bernilah 0, maka outputnya juga pasti bernilai 0. Jika kedua atau lebih inpu diberi nilai logika tinggi (1), maka outputnya juga akan bernilai tinggi (1).

2. Gerbang OR (OR Gate)

Hampir sama dengan gerbang AND, gerbang OR juga memiliki dua atau lebih sinyal masukan namun hanya memiliki satu sinyal keluaran. Apabila salah nilai logika satu sinyal masukan tinggi (1) maka nilai logika sinyal keluaran yang dihasilkan juga tinggi (1).

Perbedaan dengan gerbang AND adalah pada gerbang OR hanya diperhatikan salah satu nilai input saja. Apabila di antara berbagai input sudah ada yang bernilai 1, maka karakteristik logika keluarnya akan selalu bernilai 1 (tinggi).

Jadi pada prinsipnya gerbang OR tidak mempedulikan berapa nilai input pada semua sisi, asalkan salah satu nilai input saja sudah tinggi (1).

Gerbang OR juga memerlukan 2 atau lebih input untuk menghasilkan 1 output. Sama seperti gerbang AND, Gerbanf OR juga akan menghasilkan keluaran (Output) 1 jika salah satu input juga bernilai 1. Dan sebaliknya akan menghasilkan output rendah (0) apabila semua input juga bernilai 0.

Pada gerbang logika OR simbol penghubung yang digunakan adalah tanda plus (+). Sehingga hubungan antara masukan dan keluaran dapat dituliskan sebagai Y = P + Q atau Y = P OR Q.

3. Gerbang NAND (Not AND)

Sama dengan gerbang logika non-inverter lainnya, gerbang NAND juga memiliki karakteristik yang tak jauh berbeda. Dimana satu sinyal output (keluaran) dapat dihasilkan dari dua atau lebih sinyal input (masukan).

Perbedaannya, pada gerbang NAND apabila sinyal keluaran yang diharapkan bernilai rendah (0) maka semua sinyal input yang dimasukkan harus dalam keadaan tinggi (1). Jika kedua atau salah satu input bernilai 0 maka output yang dihasilkan akan bernilai 1, begitu pula sebaliknya.

Gerbang ini juga disebut dengan istilah Universal Gate. Artinya kombinasi dari rangkaian gerbang NAND dapat digunakan untuk memnuhi semua fungsi dasar gerbang logika lainnya. Rumus perhitungan jumlah kombinasi pada gerbang NAND adalah = 2 pangkat n, (n adalah jumlah input)

4. Gerbang NOR (Not OR)

Karakteristik gerbang NOR adalah hanya mengenali sinyal masukan yang semua nilai logikanya rendah (0). Apabila menginginkan keluaran (output) dengan nilai logika yang tinggi (1), maka semua sinyal masukan (input) harus dalam keadaan nilai rendah (0), berlaku sebaliknya.

Gerbang ini juga memiliki dua atau lebih saluran sinyal masukan namun hanya mempunyai satu saluran sinyal keluaran. Hubungan antara masukan dan keluaran dapat dituliskan sebagai Y = A v B atau Y = A + B atau Y = A v aksen B.

5. Gerbang XOR (Exclusive OR)

Kebalikan dari gerbang NOR, gerbang logika XOR hanya menerima atau mengenali sinyal input yang memiliki nilai logika tinggi (1). Saluran input harus berjumlah ganjil jika menginginkan hasil output dengan nilai logika yang tinggi (1) pula.

6. Gerbang XNOR (Not Exclusive OR)

Apabila menginginkan sinyal keluaran bernilai tinggi maka sinyal masukan harus berjumlah genap dan bernilai sama. Namun jika inputnya berbeda makan akan menghasilkan nilai output berlogika rendah (0).

Itulah sedikit bahasan mengenai pengertian gerbang logika dan karakteristik berdasarkan masing-masing jenisnya. Semoga bermanfaat!

Keyword: Pengertian Gerbang Logika

Mempelajari Pengertian Kapasitor dan Berbagai Macam Jenisnya

Pengertian Kapasitor – Sebagai manusia yang peka terhadap perkembangan teknologi, listrik sudah menjadi kebutuhan sehari-hari kita.

Sebuah sumber daya utama untuk keberlangsungan hidup, seperti halnya lampu, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), hingga hal-hal kecil lainnya terkait kebutuhan rumah tangga.

Dalam ilmu fisika hal-hal yang dapat menghasilkan tenaga listrik disebut dengan komponen elektronika. Terdapat berbagai jenis macam komponen elektronika yaitu resistor, transformator, transistor, kapasitor, dan lain sebagainya.

Untuk ulasan kali ini kita akan fokus membahas mengenai pengertian kapasitor, jenis, dan penjelasan terkait lainnya. Dalam rangkaian elektronika kapasitor disebut juga sebagai kondensator yang dilambangkan dengan huruf “C”.

Lalu apa fungsi serta kaitan kapasitor dalam menghasilkan daya listrik? Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.


Mempelajari Pengertian Kapasitor


hargakatalog.id

Kapasitor atau kondensator pertama kali ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867), seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris yang memiliki kontribusi perkembangan teori elektromagnetik dan elektrokimia.

Oleh karena itu satuan kapasitor disebut Farad (F), sesuai dengan nama penemunya. Pengertian kapasitor adalah salah sau komponen elektronika sederhana yang memiliki kemampuan menyimpan energi/ arus listrik selama batas waktu tertentu.

Artinya kapasitor hanya menyimpan arus listrik untuk sementara waktu dengan cara menyaring arus yang tidak diinginkan.

Istilah kapasitor bisa juga disebut dengan kondaktor dengan sifat pasif. Istilah kondaktor (condensatore = bahasa Itali) sendiri pertama kali dikenalkan oleh Alesaandro Volta pada tahun 1782, seorang ilmuwan berkebangsaan Italia.

Struktur kapasitor terdiri dari dua buah plat metal yang dinamakan ‘lempengan’ atau konduktor dan dipisahkan oleh materi insulasi yang dinamakan ‘dielektrik’.

Umumnya bahan-bahan dielektrik dapat berupa udara vakum, keramik, gelas, dan lain sebagainya.

Cara kerja kapasitor adalah dengan menciptakan tegangan potensial yang berbeda antara dua lempengan (konduktor).

Jika kedua ujung lempengan diberi tegangan listrik maka masing-masing muatan listrik akan berkumpul di ujung metal lempengan (elektroda positif dan negatif) yang berbeda.

Muatan positif dan negatif menempati masing-masing ujung metal lempengan. Dimana muatan positif tidak dapat mengalir ke ujung kutub negatif dan begitu sebaliknya.

Kedua muatan ini dipisahkan oleh oleh materi insulasi (bahan dielektrik) yang bersifat non-konduktif, tidak dapat mengantarkan listrik.

Sehingga muatan-muatan elektrik yang sama membentuk bidang listrik di sepanjang kapasitor selama tidak ada induksi pada ujung-ujung kaki lempengan.

Contoh fenomena kapasitor di alam bebas adalah tersimpannya muatan positif dan negatif pada awan yang dapat menghasilkan petir.

Kapasitansi akan semakin tinggi apabila area lempengan semakin luas dan celah antara ujung lempengan (elektroda) semakin kecil.

Apabila aliran listrik sudah memenuhi kapasitor maka muatan tersebut akan dikeluarkan dan kembali akan diisi energi listrik dan begitu seterusnya.

Luas permukaan lempengan dinyatakan dalam 1 Farad = 9 x 101 cm2. Kapasitansi sendiri merupakan kemampuan suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan listrik atau elektroda.

Jenis-Jenis Kapasitor

Pengertian Kapasitor
dosenpendidikan.co.id

Berdasarkan jenis bahan dielektriknya, maka kapasitor dapat dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu:

1. Kapasitor Elektrostatis

Kapasitor elektrostatik merupakan kelompok bahan dielektrik jenis non-polar. Artinya jika tidak ada medan listrik, maka antara elektron (muatan listrik) dan inti tampak sebagai dua muatan yang terpisah. Kapasitor jenis ini umumnya terbuat dari bahan keramik, film, dan mika.

Keramik dan mika merupakan bahan dielektrik yang paling muda didapat dan harganya lebih murah, sehingga paling banyak digunakan.

Kedua bahan dielektrik ini memiliki nilai kapasitansinya yang kecil, nilai kapasitor keramik berkisar antara 1pf-0.01µF dan mika 50pF sampai 0.02µF.

Kapasitor keramik isolatornya terbuat dari keramik dengan bentuk bulat tipis atau persegi empat. Chip kapasitor biasanya juga terbuat dari bahan keramik yang sengaja dirancang berukuran kecil untuk memenuhi kebutuhan peralatan elektronik yang berkecepatan tinggi.

Kapasitor mika merupakan kapasitor dengan bahan isolator terbuat dari mika. Sedangkan kapasitor film merupakan kapasitor yang bahan isolatornya terbuat dari material polyester berbentuk persegi empat.

Ketiga kapasitor tersebut bersifat non-polar (tidak memiliki arah atau polaritas), sehingga dapat dipasang bolak-balik dalam rangkaian elektronika.

Tergolong ke dalam kapasitor nilai tetap yaitu kapasitor yang nilainya konstan dan tidak berubah-ubah.

2. Kapasitor Elektrolitik

Jenis bahan dielektrik kapasitor elektrolitik isolatornya terbuat dari bahan lapisan metal-oksida. Berbeda dengan kapasitor elektrostatis kapasitor ini memiliki sifat polar dengan adanya muatan elektron positif (+) dan negatif (-) di badannya.

Bahan dielektrik polar merupakan molekul dielektrik dalam keadaan tanpa medan listrik, sehingga antara elektron dan intinya telah membentuk dipol.

Dielektrik polar maupun non-polar apabila diletakkan di dalam medan listrik maka akan mengalami polarisasi.

Proses pembuatan kapasitor ini menggunakan elektrolisa (elektrolisis) sehingga memiliki polaritas. Dimana akan terbentuk kutub positif (anoda) dan kutub negatif (katoda).

Proses elektrolisis ini akan membentuk lapisan oksidasi pada permukaan logam metal-oksida.

Beberapa metal seperti tantalum ,magnesium, titanium, zirconium, dan seng (zinc) digunakan sebagai bahan pembuat kapasito elektrolitik.

Umumnya bahan metal yang paling sering digunakan adalah alumunium dan tantalum, karena lebih ekonomis dan praktis dibandingkan bahan lainnya.

Layaknya proses penyepuhan emas elektroda metal dicelupkan ke dalam larutan elektrolit, biasanya sodium borate. Kemudian elektroda metal diberikan tegangan postif (anoda) sedangkan larutan elektrolit diberikan tegangan negatif (katoda).

Pada tahap ini akan terjadi pelepasan oksigen dari larutan elektrolit sehingga lapisan plat metal kan teroksidasi. Jika logam metal yang digunakan adalah alumunium maka setelah teroksidasi akan membentuk lapisan Alumunium-oksida (Al2O3).

Sehingga berturut-turut plat metal positif (anoda), lapisan metal-oksida, dan larutan elektrolit (katoda) akan membentuk kapasitor.

Lapisan metal-oksida (lapisan yang teroksidasi) berperan sebagai dielektrik antara anoda (plat metal) dan katoda (larutan elektrolit).

Dalam rangkain elektronika kapasitor elektrolitik memerlukan nilai kapasitansi yang tinggi. Pada umumnya nilai kapasitor ini berkisar dari 0.47µF hingga ribuan microfarad (µF). Karena bersifat polar maka kapasitor elektrolit tidak dapat dipasang terbalik dalam rangkaian elektronika.

Jika arah (polaritas) pemasangannya terbalik maka kapasitor ini dapat meledak. Selain itu kapasitor elektrolitik juga rentan meledak apabila tegangan yang diberikan melampaui kapasitasnya.

Kapasitor elektrolitik ini juga tergolong ke dalam jenis kapasitor nilai tetap (fixed capacitor).

3. Kapasitor Elektrokimia

Sesuai dengan namanya kapasitor elektrokimia merupakan kapasitor yang bahan isolatornya terbuat dari larutan kimia. Merupakan jenis kapasitor yang paling banyak kita jumpai seperti pada aki (accu) dan baterai (battery).

Tipe kapasitor ini memiliki tingkat kebocoran arus (leakage current) yang sangat kecil dan kapasitansi yang besar. Hingga kini pengembangan terus dilakukan untuk mendapatkan kapasitansi yang lebih besar lagi, namun dengan ukuran lebih kecil dan ringan.

Sejauh ini penggunaan baterai dan aki menjadi kapasitor yang paling baik. Kapasitor ini memiliki densitas energi dan densitas daya yang tinggi.

Kini berkembang istilah superkapasitor, dimana kapasitor ini memiliki densitas energi yang lebih tinggi dibandingkan baterai dan bahan bakar. Densitas daya nya pun juga lebih tinggi dibandingkan dengan kapasitor konvensional.

Itulah kira-kira bahasan mengenai pengertian kapasitor serta jenis-jenisnya. Next time kita ulas lebih dalam lagi mengenai fungsi dan rangkaian kapasitor. Semoga bermanfaat!

Keyword: Pengertian Kapasitor

Pengertian Skala Likert Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Pengertian Skala Likert – Rensis Likert adalah seorang ahli psikologi dari Amerika yang pertama kali menemukan metode penelitian menggunakan pengukuran skala. Sesuai dengan nama penciptanya metode ini disebut sebagai “Skala Likert” atau “Likert Scale”.

Ditilik dari fungsinya skala likert merupakan bagian dari instrumen sebuah metode penelitian. Berupa alat yang digunakan untuk mengumpulkan atau memperoleh data yang dapat diamati dan diukur.

Lebih spesifiknya hasil pengukuran data-data tersebut akan menghasilkan fenomena yang disebut variabel penelitian.

Dalam sebuah penelitian instrumen merupakan unsur penting yang wajib ada. Dalam bidang eksak atau agro, instrumen biasanya berupa alat-alat laboratorium, seperti alat dan bahan untuk analisis kimia.

Sedangkan skala likert merupakan instrumen untuk mengevaluasi suatu proses dalam bidang ilmu sosial.


Memahami Pengertian Skala Likert


slideplayer.info

Pada umumnya skala likert disajikan dalam bentuk kuisioner atau angket yang akan diisi oleh responden atau panelis. Sesuai dengan namanya likert berasal dari kata “like”, skala ini digunakan untuk mengukur persetujuan responden terhadap sebuah proses atau peristiwa.

Tingkat persetujuan ini kemudian menghasilkan data dalam bentuk sikap dan pendapat.

Jadi jika ditarik kesimpulan, pengertian skala likert adalah skala penelitian yang digunakan untuk mengamati dan mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau kelompok mengenai proses atau fenomena sosial.

Berdasarkan ilmu statistik likert merupakan skala psikometrik yang disajikan lewat angket atau kuisioner, sehingga data yang dihasilkan berupa hasil survey deskriptif.

Dalam proses olah data skala likert dapat digolongkan ke dalam kelas skala ordinal maupun skala interval.

Artinya apabila kategori respon pada skala likert memiliki tingkatan tertentu namun jarak antara kategori tidak dapat ditentukan maka dianalisis menggunakan skala ordinal.

Dalam hal ini butir bentuk butir pertanyaan pada kuisioner menggunakan tipe data likert (tingkat kesukaan atau persetujuan).

Sedangkan skala likert dianalisis menggunakan pengukuran interval apabila butir pertanyaan yang digunakan bukan tipe data likert. Misal mengukur sifat-sifat individu seperti tingkat pengetahuan atau sikap dengan dengan menggunakan skor total dari setiap butir pertanyaan.

Sementara skala pengukuran dalam analisis statistik terbagi menjadi skala nominal, skala ordinal, skala interval, dan skala rasio. Dari masing-masing skala pengukuran tersebut akan diperoleh hasil data nominal, ordinal, interval, dan rasio.

Skala sendiri diartikan sebagai ukuran-ukuran berjenjang, misal dalam bentuk angka berupa skala nilai 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10.

Namun dalam konteks pengertian skala likert jenjang ukuran ditentukan dalam bentuk kesetujuan dan ketidaksetujuan responden, biasa dikenal dengan istilah skala psikometrik.

Jika mengikuti pendekatan jenis-jenis data maka skala likert lebih condong dalam golongan ukuran ordinal.

Kelemahan skala ini yaitu hanya dapat mengurutkan individu dalam skala, namun tidak bisa membandingkan nilai antara individu satu dan yang lainnya.

Penentuan Jumlah Titik Respon

spssstatistik.com

Awal mulanya Rensis Likert pertama kali menciptakan skala ini menggunakan 5 titik respon. Terdiri dari respon Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Memutuskan (TM), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS).

Kemudian beberapa peneliti mencoba melakukan modifikasi jumlah titik respon dalam kuisioner yang disajikan.

Peneliti bernama Dawes J. mencoba membandingkan jumlah 5 titik dan 11 titik respon yang menghasilkan rataan yang sama. Artinya kedua titik ini memberikan jawaban yang sama jika saling dikonversi.

Keunggulannya titik 11 mempunyai keragaman yang lebih tinggi sehingga lebih disukai untuk analisis regresi. Artinya variasi hasil respon dengan jumlah titik 5 lebih rendah dibandingkan julam titik respon 11.

Dawes melanjutkan membanding jumlah titik respon 5, 7, dan 10. Hasilnya bervariasi antar perbandingan respon setiap jumlah titik, baik dalam rataan, ukuran penyebaran, maupun bentuk sebaran.

Jumlah titik respon 5 dan 7 menghasilkan rataan yang sama dan sebanding namun tidak sebanding dengan jumlah titik respon 10. Dalam hal ini jumlah titik respon 5 dan 7 menghasilkan rataan yang lebih tinggi dibandingkan jumlah titik respon 10.

Kemudian Preston dan Colman mencoba meneliti perbandingan jumlah titik respon 2, 3, dan 4 dimana memberikan hasil indeks reliabilitas, validitas, dan kekuatan diskriminasi yang jelek.

Sangat berbeda nyata dengan jumlah titik respon 5,6, dan 7 yang menghasilkan indeks reliabilitas, validitas, dan kekuatan diskriminasi lebih baik. Stabilitas semakin bagus diperoleh pada jumlah titik respon 7,8,9, dan 10.

Penelitian membandingkan jumlah titik respon ini terus berlanjut hingga jumlah 15 titik. Kriteria yang dinilai yaitu validitas, reliabilitas, sensitivitas, dan linearitas.

Berdasarkan hasil yang diperoleh kebanyakan peneliti menyarankan penggunaan jumlah titik respon 7 karena lebih disukai oleh responden.

Selain itu secara keseluruhan kriteria indeks validitas, reliabilitas, kekuatan diskriminasi, dan stabilitas jumlah titik 7 lebih baik daripada yang lainnya.

Prosedur Membuat Skala Likert

flickr.com

Sebagai instrumen penelitian, skala likert berfungsi sebagai lembar evaluasi apabila:

a) Menilai keberhasilan suatu program atau kebijakan
b) Menilai manfaat pelaksanaan suatu program atau kebijakan
c) Untuk mengetahui kepuasan pihak-pihak terkait terhadap pelaksanaan suatu program atau kebijakan

Skala likert dapat dibuat jika peneliti sudah mengumpulkan item-item yang banyak dan memiliki relevansi dengan masalah yang sedang diteliti.

Layaknya kuisioner item-item tersebut harus terdiri dari yang cukup jelas disukai dan tidak disukai. Setelah dilakukan pemilihan responden yang kira-kira representatif dari suatu kelompok maka langkah berikutnya dilakukan pengecekan item.

Tiap item yang sudah dikumpulkan dinilai oleh responden mana yang disukai hingga tidak disukai dengan rentan skor 1-5 atau sebaliknya.
Dalam hal ini alat ukur yang digunakan berupa butir-butir pertanyaan yang berguna sebagai indikator dari sikap dan pendapat.

Butir pertanyaan inilah yang akan direspon oleh oleh responden yang diukur dalam skala tertentu.

Tak hanya dalam bidang sosial skala likert juga dapat digunakan untuk riset di bidang agro.

Misal untuk mengukur preferensi konsumen terhadap penerimaan produk pangan yang difortifikasi. Atau untuk mengukur preferensi petani terhadap karakteristik tanaman pangan hasil rekayasa.

Penyusunan skala likert tergolong mudah jika dibandingkan dengan skala pengukuran lainnya, seperti skala thurstone dan guttman. Namun membutuhkan ketelitian yang tinggi agar dihasilkan analisis lanjutan terhadap butir-butir respon yang tepat.

Kekurangan dan Kelebihan Skala Likert

docplayer.info

Kekurangan

Seperti yang dijelaskan sebelumnya skala likert hanya dapat digunakan untuk mengurutkan individu dalam bentuk skala namun tidak dapat membandingkan antar individu.

Hal ini terjadi apabila metode pengukuran yang digunakan dalam analisis merupakan skala ordinal. Untuk mengetahui letak perbandingan antara individu yang satu dan yang lainnya dibutuhkan uji lanjut.

Biasanya menggunakan metode Pearson, dimana dapat diperoleh korelasi antara skor yang dihasilkan satu individu dengan total skor individu yang lain.

Tinggi bias pada penerapan skala likert menjadi kelemahan berikutnya. Karena banyak pola respon terhadap beberapa item menghasilkan skor yang sama. Dalam hal ini disebut dengan tahapan penskalaan respon yang kadangkala dapat terjadi error.

Kelebihan

Keunggulan utama skala ini adalah prosedur pembuatan dan penerapannya yang mudah sehingga disukai oleh banyak peneliti. Skala likert juga dianggap lebih baik dibandingkan skala thurstone dan guttman yang rumit dalam pembuatannya.

Skala guttman jarang digunakan oleh para peneliti karena dibutuhkan effort yang lebih untuk memperoleh butir-butir pertanyaan yang valid.

Sedangkan dalam skala likert peneliti memiliki kebebasan dalam menentukan pertanyaan selama relevan dengan konteks permasalahan yang diteliti.

Skala likert memberikan keterangan yang lebih jelas dan nyata tentang sikap atau preferensi responden tentang permasalahan yang diteliti.

Hal ini karena jawaban suatu pertanyaan dapat dijadikan alternatif penjelas suatu item dengan mengunakan uji reliabilitas.

Keyword: Pengertian Skala Likert